Ada rasa bersalah tersendiri yang muncul dari tumpukan buku yang belum dibaca dan terus bertambah. Anda ingin menuntaskannya, tetapi Anda juga tidak ingin melewati begitu saja hal yang membuat Anda mengambil buku itu: ceritanya, argumennya, rangkaian kalimat yang akan Anda ingat bertahun-tahun. Kabar baiknya, membaca buku lebih cepat dan menikmatinya bukanlah dua hal yang berlawanan. Dengan beberapa kebiasaan, Anda bisa benar-benar menambah kecepatan pada bagian yang membawa Anda mengalir dan memperlambat pada bagian yang memang layak diperhatikan.
Berikut cara membaca buku lebih cepat tanpa kehilangan benang merahnya.
Pertama, Kenali Titik Awal Anda
Kebanyakan orang dewasa membaca di kisaran 200 hingga 300 kata per menit (WPM). Pembaca yang terlatih dapat dengan nyaman mencapai 400 hingga 600 WPM pada materi yang sesuai sambil tetap menjaga pemahaman yang solid. Apa pun yang menjanjikan 1.000+ WPM untuk segala jenis bacaan hanyalah menjual khayalan, karena mata dan otak memiliki batas nyata.
Jadi, tujuannya bukanlah kecepatan super manusia. Tujuannya adalah membaca lebih dekat ke batas atas rentang alami Anda, lebih sering, dan memilih laju Anda secara sengaja. Sebelum mengubah apa pun, lakukan tes kecepatan membaca singkat agar Anda punya angka untuk ditingkatkan. Hanya butuh beberapa menit dan itu membuat kemajuan Anda terlihat nyata.
Tinjau Bukunya Sebelum Anda Membacanya
Kebiasaan tunggal terbaik untuk membaca buku lebih cepat adalah yang justru dilewatkan kebanyakan orang: meninjau. Menghabiskan lima menit untuk memetakan sebuah buku sebelum Anda menyelaminya membuat setiap halaman berikutnya terasa lebih cepat, karena Anda sudah tahu kira-kira ke mana arahnya.
Untuk nonfiksi, hal ini sederhana sekaligus ampuh:
- Baca sampul belakang dan pendahuluannya.
- Baca sekilas daftar isi untuk melihat kerangka argumennya.
- Buka-buka setiap bab dan baca judul-judulnya, kalimat pertama tiap bagian, serta kotak ringkasan atau poin-poin penting mana pun.
Untuk fiksi, meninjau dilakukan lebih ringan (Anda tidak ingin bocoran cerita), tetapi Anda tetap bisa melirik teks di sampul, mencatat latarnya, dan merasakan suara narator dari halaman pertama. Mengenali medannya sejak awal berarti mata Anda tidak bekerja ganda, menguraikan kata-kata sekaligus menebak-nebak ke mana cerita akan bergerak.
Baca dalam Kelompok Kata, Bukan Kata demi Kata
Pembaca lambat cenderung terpaku pada hampir setiap kata, satu per satu. Pembaca yang lebih cepat menyerap sekelompok kecil kata dalam sekali pandang. Setiap kali mata Anda berhenti disebut fiksasi, dan memperluas seberapa banyak yang Anda serap per fiksasi adalah salah satu tuas terbesar yang Anda miliki. Ini adalah rentang persepsi Anda, dan itu bisa dilatih.
Cara sederhana untuk berlatih: gunakan jari atau pena sebagai pemandu laju, geser mulus di bawah setiap baris sedikit lebih cepat dari yang terasa alami. Mata Anda mengikuti pemandu itu, yang mengurangi kebiasaan mundur dan menarik Anda ke ritme yang lebih stabil.
Redakan Suara di Kepala Anda
Kebanyakan dari kita diam-diam “mengucapkan” kata-kata saat membaca. Suara batin itu, yang disebut subvokalisasi, adalah hal wajar dan bahkan membantu untuk bagian-bagian yang sulit, tetapi ia membatasi kecepatan Anda kira-kira sebatas laju berbicara. Anda tidak perlu menghilangkannya (dan sebaiknya jangan mencobanya), tetapi Anda bisa lebih tidak bergantung padanya untuk teks yang mudah dan familier, serta membiarkan mata Anda menanggung lebih banyak beban.
Dua kebiasaan lain yang layak dihentikan:
- Regresi. Ini adalah lompatan-lompatan kecil tak sengaja ke belakang untuk membaca ulang kata yang sebenarnya sudah Anda pahami. Mengurangi regresi yang tidak perlu akan memperhalus laju Anda secara signifikan.
- Merayap kata demi kata. Percayalah pada otak Anda untuk mengisi celah-celah kecil. Ia lebih andal dalam hal ini daripada yang Anda kira.
Sesuaikan Kecepatan dengan Materinya
Membaca buku lebih cepat bukan berarti membaca setiap kalimat dengan laju cepat yang sama. Pembaca yang cakap terus-menerus berpindah gigi. Berikut panduan kasarnya:
| Percepat untuk | Perlambat untuk |
|---|---|
| Latar belakang dan pembuka yang sudah familier | Adegan yang menegangkan atau menentukan |
| Contoh berulang yang memperkuat sebuah poin | Argumen yang padat atau konsep baru |
| Bagian transisi atau penghubung | Tulisan indah yang ingin Anda nikmati |
| Konten yang sebagian besar sudah Anda ketahui | Instruksi, data, atau definisi |
Keterampilannya bukan kecepatan mentah. Keterampilannya adalah mengetahui kapan harus mempercepat dan kapan harus mengendur. Jika Anda mendapati mata Anda bergerak tetapi tidak ada yang tersangkut, itu adalah sinyal untuk memperlambat dan terlibat kembali.
Lindungi Pemahaman secara Sengaja
Kecepatan tidak ada gunanya jika Anda menutup buku dan tidak mengingat apa pun. Bangun pemeriksaan cepat agar Anda tahu ceritanya benar-benar masuk:
- Di akhir setiap bab, berhentilah selama sepuluh detik dan rangkum dalam satu kalimat.
- Untuk nonfiksi, tanyakan: apa klaim utamanya, dan apa yang mendukungnya?
- Untuk fiksi, tanyakan: apa yang berubah bagi para karakter, dan apa ketegangannya sekarang?
Jika Anda tidak bisa menjawab, mundurlah. Kebiasaan inilah alasan pelatihan yang mengutamakan pemahaman mengungguli membaca sekilas secara paksa, dan inilah prinsip di balik cara Acceleread mendekati membaca cepat: laju dan pemahaman dilatih bersama, bukan yang satu dikorbankan demi yang lain. Anda bisa membaca lebih lanjut tentang cara kerjanya dan sains di balik latihan-latihan ini.
Rutinitas Sederhana untuk Membaca Buku Apa Pun Lebih Cepat
Gabungkan semuanya dan sebuah sesi akan terlihat seperti ini:
- Tinjau bukunya atau babnya selama beberapa menit.
- Tetapkan laju ringan dengan jari Anda atau alat bergaya pemandu laju.
- Baca dalam kelompok kata, tahan keinginan untuk mundur.
- Pindah gigi sesuai tuntutan materinya.
- Periksa pemahaman di setiap jeda antarbab.
Lakukan ini secara konsisten dan kecepatan akan mengikuti secara alami. Ini adalah pendekatan yang sama yang kami bahas dalam panduan kami tentang cara membaca lebih cepat, dan cara ini berhasil baik Anda seorang pelajar yang menghadapi daftar bacaan maupun seorang profesional yang menuntaskan buku-buku bidangnya.
Beri Ruang bagi Cerita untuk Bernapas
Membaca lebih cepat bukan tentang berlomba menuju halaman terakhir. Ini tentang mencurahkan perhatian Anda ke tempat yang penting dan tidak menyia-nyiakannya di tempat yang tidak penting. Kejutan alur, argumen yang mengubah cara Anda berpikir, kalimat-kalimat yang layak dibaca dua kali, semua itu pantas mendapatkan laju penuh Anda. Selebihnya bisa berlalu begitu saja.
Penasaran di mana posisi Anda saat ini? Lakukan tes kecepatan membaca gratis untuk mengetahui WPM awal Anda, lalu mulai latih kebiasaan-kebiasaan di atas. Tumpukan bacaan Anda akan berterima kasih, dan Anda tidak akan melewatkan apa pun.